Dari Garasi Rumah Hingga Tembus Pasar Antar-Pulau: Rahasia Sukses Bisnis Furniture Custom Majesty Living

Bagikan postingan

Memulai sebuah bisnis sering kali tidak membutuhkan modal besar atau tempat yang mewah, melainkan keberanian untuk melangkah dan kepekaan dalam melihat kebutuhan pasar. Hal inilah yang dibagikan oleh Aji Baskoro, owner dari Majesty Living, dalam episode Podcast Ngobrol Bertumbuh bersama Edri Brow Media [01:41].

Dari sebuah ruang garasi kecil di perumahan, Majesty Living kini sukses mengepakkan sayap hingga memiliki galeri di berbagai pusat perbelanjaan di Kota Kupang (Ramayana, Hypermart Bundaran PU, Hypermart Lippo) hingga merambah ke Kota Jayapura [09:01].

Membaca Celah Pasar: Beralih ke Konsep Custom

Majesty Living lahir pada tahun 2021 di tengah masa pandemi COVID-19 [03:23]. Awalnya, Aji hanya mencoba membuat produk stool (kursi kecil) yang dikombinasikan dengan kain tenun lokal khas NTT dan memunggahnya ke media sosial [04:02].

Namun, respons konsumen justru membuka peluang baru. Banyak calon pembeli yang bertanya apakah mereka bisa memesan bentuk dan ukuran sofa sesuai keinginan mereka [04:29]. Dari sanalah Aji melihat gap atau celah di industri perabelan lokal.

“Rata-rata di toko tradisional kan pilihannya terbatas… Kami coba berikan alternatif lain. Kita balik pertanyaannya: bukan adanya apa, tapi konsumen butuhnya apa.” [05:09]

Keberanian Melangkah Sebagai Titik Balik

Setiap usaha memiliki titik balik (turning point). Bagi Majesty Living, momen penting itu terjadi ketika mereka memberanikan diri berpindah dari garasi rumah perumahan menuju ruko di tepi jalan strategis [06:47].

Meskipun saat itu ada keraguan terkait biaya sewa yang tinggi, Aji dan istrinya mantap mengambil keputusan untuk tampil dan berkembang lebih besar [08:14].

“Saat kita berani melangkah mengambil keputusan dari yang tidak kelihatan untuk berani show up, saya pikir itu titik balik dari Majesty itu sendiri.” [00:00]

Menghadapi Tantangan Logistik, SDM, dan Pemasaran Digital

Perjalanan membangun bisnis tidak lepas dari hambatan. Aji membagikan beberapa tantangan utama yang dihadapinya beserta solusinya:

  1. Pengelolaan Bahan Baku & Logistik: Mengingat sebagian bahan kain masih dikirim dari luar daerah (seperti Surabaya), perencanaan stok (forecasting) harus dilakukan secara tepat agar produksi tidak terhenti [14:36].
  2. Pengembangan SDM Lokal: Untuk menjembatani skill gap antara tenaga kerja luar daerah dan lokal, Aji mengumpulkan pekerja dalam satu lingkungan agar terjadi proses transfer ilmu (knowledge sharing) dan penyamaan standar kualitas [15:39].
  3. Pemasaran Digital & Adaptif: Di era modern, mengandalkan konsumen yang sekadar walk-in saja tidak cukup [20:02]. Pemasaran digital seperti membuat konten harian dan rutin melakukan live streaming menjadi kewajiban bagi tim pemasaran [18:55].

Pesan Inspiratif untuk Para Pelaku UMKM

Di akhir perbincangan, Aji memberikan beberapa poin penting dan pesan motivasi bagi siapa saja yang ingin memulai atau mempertahankan bisnis:

  • Mulai dari Passion, tetapi Dengarkan Konsumen:“Lakukan apa yang jadi passion kita, apa yang jadi hobi kamu… Tapi mengerjakan yang kita suka saja tidak cukup, kita harus juga mencari tahu apa yang customer kita butuhkan.” [22:26]
  • Jangan Pernah Berhenti Belajar:“Belajar itu tidak ada akhir. Begitu kita mulai stuck dan berpikir ‘kayaknya produk gini aja cukup deh’, niscaya kita akan mulai turun.” [23:52]
  • Furniture Sebagai Investasi:“Orang membeli furniture sebenarnya membeli investasi. Tidak ada yang murah kalau kita salah pilih dan produknya rusak, uang itu hilang begitu saja. Dengan jaminan kualitas yang baik, itu jadi investasi jangka panjang.” [00:47]

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

Map of eCommerce